PENTINGNYA WAWASAN SEKS DI ZAMAN YANG SEMAKIN KOMPLEKS


Banyak dari kalangan masyarakat Indonesia menganggap pembahasan tentang seksual sangatlah tabu. Karena memang masyarakat Indonesia memandang seks dalam konteks yang sempit artinya hanya diartikan sebatas hubungan intim antara laki-laki dan perempuan. Pemahaman sempit seperti itu sangat berdampak pada para generasi yang tidak mengetahui apa itu seks yang berjalan pada pencarian mereka sendiri tanpa adanya pendamping yang berujung kesalah pahaman akan wawasan seks. Oleh karenanya, penting sekali pendidikan ini ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Tujuannya ialah memberi pengetahuan, memperingatkan untuk bagaimana carany menjaga diri dan menghindarkan mereka dari oknum-oknum pelecehan dan kekerasan seksual, tentunya pemberian wawasan itu harus sesuai Porsinya atau bisa juga dengan Memberi pemahaman mendasar seperti tentang budi pekerti (akhlak)

            Allah SWT., berfirman  dalam QS. Al-Isra’:32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ  ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”

 Dalam ayat tersebut terdapat perintah untuk menjauhi zina karena zina sendiri termasuk Fahisyah (dosa besar). Mendekati hal-hal yang menjerumuskan pada perzinahan saja dilarang, apalagi sampai melakukannya? Na’udzubillah.

Dalam hal ini,agama sangat menjaga dan membatasi pergaulan laki-laki dan perempuan, ditambah pula dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan diperkuat dengan Undang-undang negara. Dalam Islam telah dijelaskan bagaimana aturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga fitrah, muru’ah (harga diri) dan akhlak dari laki-laki dan perempuan.

Berikut adalah Adab Islam dalam pergaulan laki-laki dan perempuan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw., antara lain:

  • Menutup Aurat

Bagi perempuan yang melakukan interaksi, komunikasi dengan laki-laki yang bukan mahramnya hendaknya ia menutupi auratnya. Begitu juga sebaliknya. Jangan sampai memakai pakaian yang dapat menarik perhatian lawan jenis hingga menimbulkan syahwat. Pakailah pakaian yang bisa menutupi bentuk lekuk tubuh dan warna kulit tubuh. Sebagaimana Firman Allah Swt dalam QS. Al-Ahzab: 59,

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لِّأَزْوٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلٰبِيبِهِنَّ  ۚ ذٰلِكَ أَدْنٰىٓ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ  ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

  • Dilarang berduaan

Hal ini sangat ditegaskan untuk menghindari  terjadinya fitnah antara laki-laki dan perempuan. Apalagi sampai terjerumus dalam dosa besar. Na’udzubillah. Ketika hanya berduan dengan lawan jenis maka syaithan akan lebih mudah menggoda dan menggoyahkan iman dalam hati. Sebagaimana dalam Hadist Nabi Saw,  

لايخلون احدكم بامراة فان الشيطان ثالثهما  

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena syaithan adalah orang ketiganya”  (HR.Ahmad)  

  • Menundukkan pandangan

Baik laki-laki maupun perempuan ketika berkomunikasi dengan lawan jenisnya,  hendaklah menundukkan pandangan. Dalam hal ini tidaklah sekedar menundukkan pandangan mata tetapi juga hati dan pikiran. Bagaimana caranya? Menundukkan hati berarti menjaga hati dari godaan yang timbul akibat syahwat terhadap lawan jenis. Menundukkan pikiran berarti berpikir bahwa Allah Swt., menciptakan manusia bukan hanya sebagai makhluk seksual tetapi yang lebih penting lagi Allah Swt., menciptakan manusia sebagai khalifah (pemimpin ) di muka bumi ini sebagai makhluk intelektual dan spiritual. Hal ini dikarenakan melalui pandangan terdapat godaan untuk melakukan zina dengan ditampakkannya keindahan dan kenikmatan. Sebagaimana hadist berikut,

فالعينان زناهما النظر ولاذنان زناهما الاستماع واللسان زناه الكلام واليد زناها البطش والرجل زناها الخط والقلب يهوي ويتمنى ويصدق ذلك الفرج ويكذبه  

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan menyentuh(meraba). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian” (HR.Muslim)

  • Tidak menyentuh

Dalam Islam, baik laki-laki maupun perempuan yang bukan mahramnya tidak diperbolehkan menyentuh tubuh lawan jenisnya. Apalagi bagian-bagian tubuh yang harusnya terjaga dari sentuhan orang lain. Sebagaimana dalam Hadist,

 لان يطعن في راس رجل بمخيط من حديد خير له من ان يمس امراة لاتحل له

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya” (HR. Thabrani)

  • Tidak bercampur baur (Ikhthilath)

Ikhthilat adalah bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan tanpa ada hijab (penghalang). Dengan tanpa hijab tersebut, laki-laki dan perempuan bisa seenaknya memandang lawan jenis yang bukan mahramnya. Tentu sebagai laki-laki sholih dan perempuan sholihah tidak mau menjadi objek pandangan yang menimbulkan syahwat bukan?. Perintah ini sesuai firman Allah Swt. QS.Al-Ahzab : 53,

ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتٰعًا فَسْئَلُوهُنَّ مِنْ وَرَآءِ حِجَابٍ  ۚ ذٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنّ

“…Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” Pada intinya percampuran ini masih banyak pengecualian karna tidak bisa dihindari untuk bermuamalah anatara laki laki dan perempuan, mengajar dll maka dari itu pada poin ini sangat ditekankan kepada keduanya baik laki-laki ataupun perempuan untuk saling menjaga dirinya, dalam artian tidak berlebihan.

  • Menjaga kemaluan

Dalam hal ini, khususnya remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan dan seks bebas. Dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam mengontrol diri dan menjaga kemaluan mereka dari hal-hal yang menjerumuskan ke dalam perzinahan. Banyak cara yang bisa kita lakukan agar tidak menimbulkan syahwat yang berujung pada perzinahan, antara lain :

  1. Tidak melihat gambar-gambar yang berbau pornografi.
  2. Hindari berinteraksi dengan lawan jenis apabila tidak adanya hajat (kebutuhan yang mendesak).
  3. Jangan terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan remaja yang mengakibatkan munculnya rasa penasaran untuk mencoba.
  4. Jangan berbicara atau berkomunikasi dengan lawan jenis menggunakan nada suara yang dibuat-buat (bermanja-manja).

 Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bagaimana akhlak pergaulan kita sehari-hari kepada lawan jenis kita dengan baik. Tetapi, kita juga harus tetap waspada terhadap lingkungan kita. Karena dari data yang ada pelecehan seksual ternyata  tidak hanya terjadi pada malam hari. Faktanya hal tersebut kerap terjadi pada siang hari dimana waktu kita melakukan aktifitas sehari-hari.

Dari data diatas kita dapat melihat bagaimana oknum-oknum  pelecehan dan kekerasan seksual beraksi. Ada kalanya kita sendiri tidak sadar akan perbuatan asusila tersebut karena biasanya oknum-oknum tersebut melakukan perbuatannya di tempat yang ramai seperti ketika berdesak-desakan dalam tranportasi umum.

Dan apakah pelecehan seksual hanya dialami oleh korban yang berpakaian ketat? Jawabannya TIDAK.

Seperti yang kita lihat dari data diatas, mereka juga bisa melakukannya kepada semua orang. Tak memandang perempuan berhijab maupun tidak berhijab. Dan pelecehan seksual juga banyak dialami oleh perempuan-perempuan yang sangat menutup auratnya.

           Dan apa saja bentuk pelecehan seksual? Apakah hanya sebatas menyentuh bagian tubuh yang seharusnya tidak tersentuh orang lain? Ataukah pelecehan seksual itu harus berhubungan intim? . Nyatanya tidak. Ada 3 bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sekitar kita. Berikut data dari bentuk pelecehan seksual.

Oleh karena itu, kita sebagai remaja khususnya, harus sangat berhati-hati dan mawas diri terhadap orang-orang di sekitar kita terlebih lawan jenis kita. Perbanyak ilmu pengetahuan dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT semoga kita dijauhkan dari orang-orang yang dzalim. Disertai dengan menjaga akhlak kepada orang lain, menjaga diri sendiri dan menjaga orang sekitar kita juga termasuk bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt., atas terciptanya akal budi pekerti yang baik.

 Semoga bermanfaat. (farichatul Kholifah)