Orasi Sang Kyai Untuk Negri


Hari ini banyak sekali permasalahan bangsa yang muncul dikarenakan menurunnya tingkat moralitas dikalangan penerus bangsa, mereka terbuai dengan zaman yang semakin menggila dan tidak terasa selangkah demi selangkah mulai meninggalkan budaya luhur Bangsa Indonesia, yang pada akhirnya ketika penerus bangsa menjadi konglomerat dizamannya, pemegang media dieranya, serta Pemimpin di masanya mereka lupa tujuan sebenarnya.

Banyak sekali permasalahan di negri ini yang bisa kita teliti, dari mulai permasalahan ekonomi yang dikuasi oleh segelintir orang saja dan sayangnya mereka jarang sekali memberikan kemaslahatan bagi umat, yang akhirnya membuat rakyat melarat, walupun tidak bisa kita pungkiri bahwa ada beberapa orang konglomerat yang berusaha memberikan manfaat. Dalam lingkup media yang seharusnya media menjadi anjing penggonggong bagi pemerintah, kini malah asyik bermesraan duduk indah yang akhirnya  mengakibatkan menurunnya tingkat kredibilitas media itu sendiri, karna sudah tercampuri oleh urusan pribadi yang tidak berorientasikan kepada kemaslahatan lagi, walaupun tidak bisa kita hindari masih ada hingga kini media yang tetap menjadi inspirasi dan mempunyai kredibilitas yang tinggi tapi itu hanya segelintir saja. Dalam ranah kepemimpinan korupsi merajalela yang menyebabkan kacaunya pemerintahan,  para wakil rakyat lupa akan janji janji yang baru terucap tadi pagi, padahal rakyat menanti hingga janji itu terpenuhi, para pemimpin juga terkadang lupa untuk apa mereka duduk diistana, walupun tak bisa kita menutup mata masih ada pemimpin yang sadar untuk apa mereka duduk diistana, mereka tetap berjuang untuk kemaslahatan bersama serta memegang teguh janji-janjinya, tapi itu sudah jarang sekali adanya.

Solusi dari permasalahan itu semua sudah ada hari ini, yaitu dengan cara meningkatkan tanggung jawab pendidikan. Tanggung jawab pendidikan yang pertama adalah menanamkan keimanan, karena dengan menanamkan keimanan seseorang pasti akan meyakini bahwa setelah hidup akan ada hidup lagi, dan disaat hidup nanti itulah segala sesuatu akan dipertanggung jawabkan, dengan begitu seseorang akan selalu berbuat kebaikan. Tanggung jawab yang kedua adalah dengan menanamkan ketaqwaan, karna dengan taqwa seseorang akan diberikan ilmu, harta, jabatan dan apapun yang tidak diduga-duga, hal itu telah tercantum dalam kitab suci Al Qur’an Surah At-Talaq ayat 3 . Tanggung jawab yang ketiga adalah menanamkan akhlakul karimah, akhlakul karimah disni adalah menjauhi rasa malas dan berputus asa. Tanggung jawab yang keempat adalah tanggung jawab akademis dalam artian tersampaikannya kurikulum secara menyeluruh dan utuh. Tanggung jawab yang kelima adalah tanggung jawab pembentukan kecerdasan dan kecerdasan ini akan terbentuk bila tanggung jawab akademis bisa disempurnakan. Tanggung jawab  yang keenam adalah tanggung jawab kesehatan karna dengan kesehatan seseorang akan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat dan akan tahan lama dalam bekerja. Tanggung yang ketujuh adalah tanggung jawab keterampilan, dan kemudian tanggung jawab berikutnya adalah seni, karna dengan seni akan tibul cinta dalam diri yang menjadikan seseorang selalu mengasihi dan menyayangi segala ciptaan Tuhan, serta tanggung jawab yang terakhir adalah tanggung jawab kreatifitas, kreatifitas ini akan timbul dengan sendirinya bila tanggung jawab – tanggung jawab sebelumnya telah sempurna, karna kreatifitas timbul dari olahan yang Bahan bakunya adalah akademis dan keterampilan lalu diolah dalam mesin berupa kecerdasan, dan jika Kreatifitas itu sudah jadi lalu dioprasionalkan oleh akhlakul karimah maka akan mampu mewujudkan kesejahteraan hidup, dan setelah itu  dikemas oleh keimanan maka akan jadilah seorang manusia yang memiliki kecenderungan untuk ikut serta menegakan keadilan dan kesejahteraan. Solusi itu ditawarkan oleh Guru Mulia Pemersatu Bangsa yakni Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim MA untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. (Syauqi)