Mahasiswa IQT Kembali Harumkan Kampus IKHAC di Kancah Jatim


Pada tanggal 03 Januari 2020, Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Keislaman Abdullah Faqih mengadakan berbagai acara dalam rangka harlah INKAFA yang ke- 16, diantara acaranya adalah perlombaan karya tulis se-Jawa Timur dengan bertemakan “Merawat dan Meruwat Lingkungan Hidup Untuk Kemaslahatan Umat”. Jika dilihat dari Term Of Referencenya Landasan dari perlombaan karya tulis ini yaitu memanggil para penulis dan pecinta literasi khususnya dikalangan mahasiswa agar berkontribusi mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan bersama-sama meberikan sebuah gagasan untuk diberikan pada kenyataan sosial. Karna saat ini Indonesia sebagai negara agraris banyak dihadapkan dengan berbagai dampak dari perubahan iklim, yang dipengaruhi oleh corak produksi industri-industri besar yang memanfaatkan energi fosil dalam berproduksi dan juga pembukaan area perkebunan oleh para investor yang berdampak pada perubahan lingkungan menjadi semakin buruk.    

Dalam perlombaan karya tulis tersebut Mufidatul Bariyah yang merupakan Salah satu mahasiswa ilmu al-Qur’an dan Tafsir Institut KH Abdul Chalim berhasil menjadi runner up  dengan tulisannya yang berjudul  “Kontribusi Ayat-ayat Kauniyah Dalam Konsep Ekologi Lingkungan” yang diumumkan pada tanggal 2 Februari 2020. Sistem penilaian perlombaan Karya tulis tersebut berdasarkan kesesuaian naskah dengan tema lomba, kedalaman analisis dan logika, juga dinilai dari seberapa komunikatif dan mudah dimengerti tulisannya. Jika dicermati dari visinya, prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir IKHAC adalah prodi yang berfokus dalam mencetak muffasir pemula dibidang penafsiran ilmiyah yang dikenal dengan tafsir ilmi, dan hal ini telah dibuktikan oleh salah satu mahasiwanya yang menjuarai perlombaan karya tulis se-jawa timur.

“bangga, senang dan gak nyangka bisa menjadi juara 2 diajang lomba karya tulis sejatim yang di adakan oleh INKAFA, dan Alhamdulillah bisa membawa nama baik kampus  dan prodi. pesan saya untuk generasi muda jangan pernah puas dengan ilmu“ ujarnya saat diwawancarai, dirinya mengungkapkan bahwa tulisan yang dikirimkan adalah hasil dari sebuah tugas mata kuliah metodologi penelitian yang belum sempat terselesaikan, ternyata tugas mata kuliah tidak hanya sebagai formalitas tetapi bisa menjadi sebuah karya tulis yang bernilai bahkan menjadi sebuah penghargaan dan kebanggaan saat kita bisa menggarap dan mengembangkannya dengan serius. Semoga kedepannya mahasiswa lain bisa termotivasi untuk mengikuti ajang perlombaan lainnya. (Mu’arif Rif’at Syauqi)