Silaturahim dan Kunjungan Studi Prodi IQT IKHAC Mojokerto ke Prodi IAT & LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Senin, 9 september 2019, Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto mengadakan silaturahim sekaligus kunjungan studi ke Prodi IAT dan LSQH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa IQT IKHAC dari berbagai semester, juga Kaprodi dan beberapa Dosen. Kunjungan ini mengagendakan antara lain kuliah umum dan sharing keorganisasian.

Bertempat di ruang sidang fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Bapak Dr. H. Abdul Mustaqim (Kaprodi IAT UIN Sunan Kalijaga) dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain sebagai silaturahim, kegiatan seperti ini juga bisa dibuat sebagai studi perbandingan atau dirasah muqaranah antar kampus guna mewujudkan profil lulusan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang sudah direncakan, karena masing-masing kampus mempunyai ciri khas yang berbeda, sebagaimana saran dari asosiasi, AIAT se-Indonesia. ‘kekhususan IAT UIN Sunan Kalijaga yaitu living Qur’an dan pendekatan kontemporer dalam Studi Qur’an’. Terang beliau. Sedang IQT IKHAC lebih kepada Tafsir Ilmy.

Selain Bapak Kaprodi, kunjungan ini disambut sangat baik oleh para Dosen UIN Sunan Kalijaga sekaligus pengurus LSQH dan beberapa mahasiswa yang terhimpun dalam HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi). ‘kenal sehari, seperti kenal setahun, sambutan seperti ini yang selalu kami terima setiap berkunjung ke UIN Sunan Kalijaga, tidak sangar dan menakutkan seperti anggapan orang yang hanya melihat dari beberapa tulisan ‘nakal’ dosen dan mahasiswanya’. kesan Kaprodi IQT IKHAC, Limmatus Sauda’ yang juga merupakan alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Ia juga menuturkan bahwa kunjungan ini dalam rangka memperkaya perspektif dalam kajian studi al-Qur’an bagi dosen dan mahasiswa IQT IKHAC sekaligus memotivasi mereka.

Selesai penyambutan, acara dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Dr. H. Abdul Mustaqim dengan tema ‘Peran Tafsir al-Qur’an dalam Menghadapi Problematika Kontemporer’. Menurutnya, Tafsir sebagai proses akan terus berlanjut, dan dalam proses tersebut perlu dilibatkan teori dan pendekatan lain sebagai pendukung, seperti ilmu-ilmu sosial dan sains, termasuk hermeneutik agar penafsiran menjadi lebih kreatif, produktif dan inspiratif. Ia juga menambahkan bahwa setiap penafsiran harus terbuka dan siap menerima kritikan, dan kritiknya pun juga harus dilakukan dengan cara yang akademis. ‘uji validitas tafsir itu tidak hanya on paper tapi juga on reality’ jelasnya ketika menanggapi sebuah pertanyaan dari mahasiswa.

Tak lupa, Kaprodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga sekaligus Pengasuh Pesantren LSQ ar-Rohmah Yogyakarta ini memotivasi para mahasiswa, ‘sebagai mufassir pemula mahasiswa IQT harus siap dan bisa menjawab tantangan kontemporer, juga memberikan dan menyampaikan pesan-pesan al-Quran dengan baik dan benar’. ‘mahasiswa IQT/IAT jangan pesimis akan menjadi apa, dan akan bekerja dimana setelah lulus nanti, karena saat ini sudah berbeda dengan dulu, sekarang lulusan IQT/IAT  mempunyai banyak peluang untuk duduk di berbagai formasi’.

Acara ini dilanjutkan dengan sharing dan bincang-bincang santai antara Prodi IQT IKHAC-LSQH UIN Sunan Kalijaga; Himpunan Mahasiswa Prodi IQT IKHAC-IAT UIN Suanan Kalijaga seputar sistem dan pengalaman pengelolaan keorganisasian dikampus. Setelah selesai, mahasiswa IKHAC diajak berkeliling kampus untuk melihat lihat beberapa fasilitas yang ada di UIN Sunan Kalijaga, dan diakhiri dengan foto bersama. (Mu’arif)